Mengenai Saya

Jumat, 20 April 2018

kelompok 4: Pengaruh Teknologi Terhadap Remaja



Mondernisasi Dan Teknologi

Perkembangan teknologi semakin massif dan masuk mempengaruhi dalam berbagai penjuru dunia bahkan dalam berbagai aspek kehidupan, Di era digital saat ini teknologi  menjadi idola yang begitu banyak diminati pada masyarakat . hampir 80% atau bahkan 90 % kehidupan manusia yang disebut jaman milenial di dominsi dengan teknologi sebut saja android bendah pipih canggih ini hampir banyak ditemukan dan menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia saat ini. Dengan berbagai fitur yang ditawarkannya dengan berbagai media sebagi sarana hiburan serta kepraktisannya menjadikan benda tersebut sebagai sebuah idola yang  begitu digemari dari berbagai kalangan masayrakat. Bahkan android lebih banyak menjadi teman atau bahkan sahabat bagi penggunannya dari pada manusia secara fisik dalam berinteraksi sehari-hari.  Jika kita berjalan sekitar pelataran atau bagian jalan-jalan tidak ada satu pun yang tidak menggengam hp android bahkan ketika berkumpul bersama teman-teman dalam suasana ramai android tidak pernah luput dari perhatian para individu–individu, asik bercengrama namun sibuk dengan dunia maya masing-masing meski secara fisik mereka bersama-sama justru  mereka dalam keterasingan ditengah keramaian. Bukan hanya itu aktivitasnya dari menjelang tidur hingga bangun kembali interkasinya  selalu dengan android. Dari  anak-anak yang senang dengan benda canggih ini biasanya gemar dengan aplikasi youtube yang menjadikan mereka hanya duduk seharian meonton berbagai channel anak-anak atau vlog kartun yang semakin mematikan kreativitas mereka dan menjadi antisocial di dunia lingkungan sekitarnya, khususnya para kawula muda keberadaan android menjadi hal mutlak yang harus dimiliki oleh mereka. tak kalah para orang tua turut memengaruhi mereka salah satunya bekaitan dengan online shop atau mempermduah dalam bisnis mereka namun kadang menjadi masalah ketika dipergunakan untuk berselingkuh.
fenomena tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh anthony giddens dalam karyanya the consequences of modern, dimana modernisasi yang diciptakan oleh manusia turut memperbudak penciptanya. Sehingga membuat masayarakat sulit keluar dari kedilematisan masyarakat modern yang irassional sebagaimana yang dalam karya  Sindhunata terjadinya dilema usaha manusia rasional dan itu tengah kita alami satu sisi kita ingin terbebas dari pengaruh tersebut namun nyatanya kita mebutuhkannya.
Maka menyoal fenomena tersebut penulis tidak mungkin menyarankan untuk kembali pada masa konvensional dimana belum adanya teknologi karena itu membuat kita mengalami cultural lag maka untuk mengatasi dominasi tersebut diperlukan sebuah control akan penggunaan dari teknologi tersebut seperti gudget , ketergantungan berlebihan yang bahkan menghabiskan waktu untuk menatap layar teknologi tersebut menjadikan manusia tidak produktif, hingga perlu mengontrolnya agar tidak dikuasai dengan teknologi buatan manusia tersebut salah satunya dengan mengatu time schedule dalam aktivitas sehari, menyibukkan dengan aktivitas nyata lainnya berinteraksi dengan teman-teman ataupun keluarga, dan memikirkan berapa manfaat yang diperoleh dari menonton atau menggunakan konten tersebut. 

kelompok 1: scopus dan kolonialisme baru di indonesia


Scopus sebuah situs atau pangkalan data yang berisi berbagai macam literature, kumpulan hasil-hasil karya tulis ilmiah, scopus institusi yang mengindeksasi sebuah hasil karya tulis ilmiah, publikasi dengan menggunakan standarisasi scopus menjadi ketentuan berkualitas dan tidaknya sebuah karya tulis ilmiah dari seorang dosen yang ingin menjadi professor, tarif pengiriman jauh lebih tinggi dibandingkan perusahaan situs publikasi lainnya, sebagaimana yang dikutip dari artikel Dr. Emeraldy Chatra (2016), terkait dengan kebijakan Kemenristekdikti tentang kewajiban menulis di jurnal terindeks Scopus sebagai syarat menjadi guru besar.  Salah yang paling terkenal oleh para peneliti dunia adalah Scopus.  Dimana Scopus itu di miliki oleh Elsevier, salah satu penerbit utama dunia, Scoupus adalah sebuah pusat data terbesar didunia yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah yang terbit sejak beberapa tahun yang lalu sejak saat ini. Sehingga timbul keinginan para profesor dan dosen yang ingin mempublikasikan hasil jurnal-jurnal yang mereka miliki.
            Negara asing mencari keuntungan dengan masuk mempengaruhi Negara Indonesia  mewajibkan para dosen untuk mempublikasikan jurnal mereka berlabel internasional terindeks scopus, ini berarti juga diwajibkan kepada dosen untuk membayar hasil publikasi jurnalnya keluar negeri. Pada dasarnya  scopus adalah proyek kapitalis penerbit berskala global yang tujuannya tidak lain adalah menarik keuntungan sebesar-besarnya dari bisnis penerbitan karya ilmiah. Demi keuntungan dibuatlah trik-trik agar penerbit itu memperoleh karya ilmiah yang sesuai ketepatan standar mereka. Merekapun membangun citra sebagai ukuran keunggulan akademisi. Siapa saja yang tidak menulis di jurnal mereka berarti tidak berkualitas.
Dengan demikian, dalam program baru atau peraturan baru yang telah dikeluarkan oleh riset, seperti yang telah di jelaskan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2017 tentang tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan profesor mewajibkan dosen yang memiliki jabatan akademik rector kepala dan profesor untuk melakukan publikasi ilmiah. Hal ini seakan mengingatkan pada karya jean dean mengenai tipu muslihat kaum cendekiawan, yang dilakukan oleh aparat dan scopus melakukan hibridasasi untuk melakukan sebuah unsur laten meraup keuntungan dibalik jubah pendidikan.
dari fenomena di atas tampaknya telah terjadi sebuah bentuk neo-kolonialisme yang menjajah wilayah selama ini yang dianggap lingkup yang begitu suci dalam dunia pendidikan dan intelektual bangsa. Betapa tidak, bagi Negara Indonesia dimana selain kehilangan sumber daya alam yang pada masa kolonialisme belanda dieksploitasi sumber daya alamnya kita juga kehilangan sumber daya terlatih, sehingga larinya sumber daya manusia yang merupakan para ahli atau para professor dan intelektual potensi ke Negara-negara yang lebih maju dibandingkan Negara asal (lokal).  mayoritas hasil dan penemuan mereka diberikan penghargaan diluar negeri dan Indonesia harus membayar royality kepada Negara-negara asing untuk dapat mengakses berbagai penemuan dari anak-anak bangsa mereka sendiri. Tampaknya relevan dengan yang dimaksudkan oleh aliran frankruf dimana para penganut modern telah memberikan sebuah  impact sebagai akibat pelegalan dalam  menindas untuk keperluan profit sebanyak-banyaknya dalam ideologi modernisasi. Maka hal yang dapat dilakukan adalah memberikan sebuah ruang berkarya dengan menciptakan sebuah media bagi potensi-potensi tersebut, pelibatan para cendekiawan sangat penting dilakukan dalam memberikan sumbangsi sebagaimana dalam tidakan rasional komunikasi habermas. Hal ini sangat penting sebuah rekayasa dengan pembuatan peta desain untuk mengubah paradigma tersebut.

kelompok 3: PILKADA Langsung Dan Problematikannya (Pengaruh Money Politics Terhadap Pelaksanaan Pilkada)


Menjelang moment pesta raya pemilihan atau pesta demokrasi, disepanjang jalan kita akan menemukan berbagai macam baliho-baliho raksasa para balon-balon (bakal calon) para kandidat dengan berbagai marketing politiknya untuk menarik konstituennya dalam rangka berebut kekuasaan politik. menariknya Jika kita mendiskusikan atau berbicara mengenai pilkada identik dengan money politik, yang diistilahkan dengan uang pelicin, serangan pajar atau istilah-istilah lainnya untuk mensahkan uang-uang tersebut. Faktanya menjelang pilkada akan ditemukan uang-uang bantuan dadakan dengan catatan harus memilihnya untuk menjadi pemenang kandidat tersebut. Hal tersebut bukan rahasia umum lagi masyarakat saat ini justru menunggu bahkan menjadikan lahan untuk memperoleh hasil atau mendapatkan keuntungan pendapatan. Sehingga tak banyak para penguasa yang menjadi tahanan KPK salah satu yang terjadi pada calon gubernur kota kendari Asrun dan anaknya yang baru-baru ini lantik sebagai walikota kendari Sulawesi tenggara yaitu ADP (adriatma dwi putra) (portal sutra.com).
 sehingga menyikapi fenomena tersebut yang semakin memprihatinkan para tokoh-tokoh yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru menjadi lintah darat menjadi  penjahat terselubung yang menipu dan mengambil serta menjerumuskan dalam kesadaran palsu sebagaimana yang di maksud karl marx. Maka untuk itu Perlu adanya fasilitasi untuk memahamkan dengan upaya pencerahan sosialisasi dengan menghadirkan orang yang berpotensi pada politik dengan menunjukan bukti autentik,  dengan membiarkan money politics berarti membiarkan mereka melakukan korupsi dengan mengundang tokoh masyarakat untuk menjelaskan, keberhasilan suatu negeri bergantung pada pemimpinnya,  sejatinya dari zaman ke zaman kebiasaan ini telah mengakar maka kita membutuhkan metode baru untuk menghindari money politics ada sebuah kesengajaan dari sejarah untuk menananm kejahatan-kejahatan yg dilakukan dengan pembiaran semakin berlarut menjadi suatu kesejangaan sebagaimana dalam orientasi teori sosiologi kritik bahwa ada unsur yang sengaja dikacaukan pada masa lalu sehingga berdampak saat ini.   Hal yg dilakukan pada oknum politics yang diterapkan, menanamkan money politics periode waktu  jangka pendek, dengan pemahaman mendasar penghancur demokrasi indonesia esensinya kita bebas bersuara tanpa intervensi kaum elite.  Hal ini adanya paradigma pragmatis dengan strategi meraup masa banyak dengan menggunakan iming-iming materi maka mereka berani mengambil resiko mengeluarkan beberapa puluhan juta untuk kampanye dengan sistem barter tersebut. Masyarakat dengan keadaan yang dibutakan mengabaikan dan yang acu untuk memperhatikan persoalan ini.




kelompok 5 : tenaga asing dalam keterbalakangan SPM lokal


                          TENAGA KERJA ASING MENGANCAM KESEMPATAN PEKERJA LOKAL
sorotannya pada tenaga asing yang secara illegal masuk kewilayah indonesia, tenaga kerja asing yang sedang gencar masuk ke indonesia, banyaknya penggangguran disinyalir tidak diberdayakan pontesinya dalam negeri sendiri, permasalahannya tenaga asing illegal yang seakan tidak dibutuhkan, pihak perusahaan dan imigrasi menjadi  sorotan pertanyaan dibenak kita mereka memilih tenaga negara asing dibanding tenaga kerja lokal, serta mengapa begitu mudah warga negara asing keluar masuk ke indonesia, sehingga yang dibutuhkan agar mengikuti aturan sebagaimana pada ungkapan apimdo. Tenaga negara asing yang masuk ke indonesia salah satunya melalui relasi kerjasama antara intansi atau perusahaan tertentu terkait ketangaan kerja ahli, kasus tersebut sampai ini terjadi tenaga kerja asing masih tidak tercatat dalam kementerian tenaga asing, menurut jusuf kalla kondisi saat ini masih dalam keadaan aman akan tenaga asing, faktanya aman secara kuantitatif namun secara kualitatif tidak demikian.
Kritikan selalu muncul pada mobilitas tenaga manusia, ironis hal tersebut ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi dalam negeri sehingga menimbulkan kecemburuan sosial, konflik sosial dalam masyarakat lokal, secara tidak langsung pekerja lokal telah termajinalkan dalam negeri sendiri. Masalah semakin mengerucut ketika ditambah dengan tambahan penduduk, hal ini akan menjadi masalah bagi indonesia dengan kehadirannya tenaga asing yang mengambil peluang kerja yang sesungguhnya menjadi rebutan antara pekerja lokal. Tenaga teknis asing legal dan illegal sulit terdeteksi menandai kesemrawutan administrasi negara dalam keseriusannya mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai para stakeholder. Ketidakseriusan ini membentuk peluang bagi mereka menggunakan lahan kerja di indonesia yg sebenarnya menjadi perebutan bagi tenaga kerja lokal, pada dasarnya para perusahaan di negeri ini lebih memikirkan profit tanpa menghiraukan tenaga kerja yg merintih mencari lapangan pekerjaan dinegrinya dibandingkan kemashlahatan hidup orang banyak. 
Dari persoalan di atas dapat disimpulkan bahwa saat ini tantangan masyarakat semakin banyak dalam setiap waktu perkembangannya sebagaimana yang di maksud oleh Jurgen habermas modernisasi ibarat lokomotif kereta api yang melaju dengan membawa seluruh unsur tanpa terkecuali, dalam hubungannya pada tenaga kerja asing telah menjadi katup kendali modernisasi yang semakin tidak terkontrol sehingga sangat penting peran kritis bersama-sama memberikan perubahan paradigma baru untuk meminimalisir keterjajahan masyarakat lokal salah satunya dengan memperhatikan sistem pendidikan generasi bangsa indonesia yang tidak menggunakan pola lama dengan hanya terus membiarkan pasif dan tidak memberi kesempatan mengembangkan potensi diri sehingga semakin tidak bisa menyesuaikan dengan tantangan perkembangan yang semakin laju.

kelompok 2: eksploitasi sumber daya alam dan marjinalisasi warga lokal dalam tinjaun kasus di PT. IMIP (Indonesia Morowali industrial park)


tulisan ini merupakan resume dari diskusi harian saat dikelas sosiologi dalam mata kuliah teori sosiologi kritik, yang mengambarkan bagaimana kritikan berbagai fenomena eksploitasi yang sedang terjadi.

        Berbagai macam eksploitasi local gencar terjadi khususnya di indonesia, masuknya industry pertambangan yang dimotori oleh para investor tenaga asing yang menjadi fokusnya adalah di morowali Sulawesi tengah, masuknya para kapitalisme tersebut memengaruhi masyarakat local yang kemudian terjadi marjinalisasi terhadap tenaga kerja local.  Reklamasi tambang yang terjadi dimorowali secara massif tersebut menimbulkan berbagai masalah-masalah baru bagi masayarakat morowali Sulawesi tengah hal ini sebagaimana pada pandangan karl marx dengan konsep materialismenya  para kaum buruh atau pekerja yaitu masyarakat local sebagai kaum ploretar dan yang menjadi kaum borjuisnya dalah para tenaga asing Tiongkok. Kesenjangan yang semakin tajam ini menjadi ihwal marjinalisasi masyarakat local yang mengarah kemiskinan semakin muncul dipermukaan. Kedatangan proyek kapitalis yang berbasis ekonomi begitu gencar meraup profit sebesar-besarnya dengan berbagaimacam memanipulasi, trik-trik proyek pembebasan untuk pencerahan masyarakat dengan mengandeng para kaum elite di Indonesia agar mendatangani proyek jelmaaan yang sebenarnya bertujuan melakukan perbudakan dengan mendulang kekayaan sumber daya alam . 
        Menyoal hal tersebut jelas sekali dampaknya lebih banyak negatifnya dibandingkan positifnya, yang dulunya belum ada pekerjaan sama sekali sekarang memiliki perkerjaan, namun masalahnya banyak penduduk local kehilangan pekerjaan yang notabenenya mengantungkan dirinya pada sumber daya alam seperti bertani atau hal yang bergerak pada bidang agraris maupun bahari mereka kehilangan akses sumber daya tersembut. Ketika ada pembebasan lahan bagi para investor tersebut menjadi malapetaka bagi masyarakat local semakin menyempitnya lahan milik pribadi dan makin terkuasainya mereka menjadikan mereka tidak berdaya lagi.
        Masuknya investor tersebut tak pelak karena ekonomi yang begitu  memprihatinkan niat untuk melakukan pengentasan atau pendorong dari pada pembangunan masyarakat justru semakin menjerat dalam lingkaran setan kemiskinan. Masayarakat yang tidak memiliki daya kritis karena tekanan tersebut semakin melegalkan keberadaan penjajahan tersebut karena menerima adanya akan kondisi tersebut atau karena tidak berdaya lagi untuk melakukan perlawana. Banyak mengatakan etos kerja masayarakatlah yang menyebabkan kemiskinan tapi sebenarnya itu sebuah kamuflase dari para kaum elite untuk memojokkan masayarakat yang disebutnya dengan pemalas. Wajarkah Negara kita yang dikatakan under development karena masyarakat miskin padahal sumber daya alamnya memadai berarti ada yang salah dengan para kaum elite yang berkuasa hal ini bukan sebuah wacana baru lagi ketika menyaksiskan kasus koruptor dan rekening gendut atau kasus papa minta saham, bukankah hal tersebut merupakan para bandit-bandit yang melakukan proses pemiskinan bagi masyarakat, karena bukan para penjual sayur, penambal ban , atau mereka para sopir angkutan yang melakukan korupsi atau mebiarkan para investor asing terus menurus gencar mendirikan perusahannya dan mengirimkan tenaga kerjanya yang sebenarnya tidak perlu Karena pekerjaan tersebut dapat dilakukan para pekerja local.
      Maka yang menjadi harapanya adalah melakukan peninjauan ulang akan investor  atau melakukan moratorium (pemberhentian) sementara untuk mengetahui apakah keberadaan perusahaan tersebut lebih banyak manfaatnya dan dapat mengangakat para kaum miskin atau sebaliknya semakin memberikan luka material bagi masyrakat local yang tereksploitasi sumber dayanya, dan selain itu perlunya memperbaiki sistem regulasi akan visa imigran asing yang legal atau sekedar menjadi turis. Bagaimana perselingkuhan antara investor asing dan pemerintah menjadi momok yang sangat segar dipikiran kita para kapitalisme semakin merajalela dengan berlindung pada paying hukum yang dilegalkan para kaum elite dalam ranah politiknya convention of economy. Para kritisi yang duduk dalam tambuk kekuasaan pun tak pelak diracuni yang dulunya pro rakyat dengan iming segepok profit yang ditawarkan maka bergeser pro asing tersebut daripada pro rakyat.


review perjalanan ke pantai wohkodu MAKRAB KELAS MAGISTER SOSIOLOGI 2019 FISIPOL UGM Lokasi                 :  Pantai Wo...