Mengenai Saya

Jumat, 20 April 2018

kelompok 3: PILKADA Langsung Dan Problematikannya (Pengaruh Money Politics Terhadap Pelaksanaan Pilkada)


Menjelang moment pesta raya pemilihan atau pesta demokrasi, disepanjang jalan kita akan menemukan berbagai macam baliho-baliho raksasa para balon-balon (bakal calon) para kandidat dengan berbagai marketing politiknya untuk menarik konstituennya dalam rangka berebut kekuasaan politik. menariknya Jika kita mendiskusikan atau berbicara mengenai pilkada identik dengan money politik, yang diistilahkan dengan uang pelicin, serangan pajar atau istilah-istilah lainnya untuk mensahkan uang-uang tersebut. Faktanya menjelang pilkada akan ditemukan uang-uang bantuan dadakan dengan catatan harus memilihnya untuk menjadi pemenang kandidat tersebut. Hal tersebut bukan rahasia umum lagi masyarakat saat ini justru menunggu bahkan menjadikan lahan untuk memperoleh hasil atau mendapatkan keuntungan pendapatan. Sehingga tak banyak para penguasa yang menjadi tahanan KPK salah satu yang terjadi pada calon gubernur kota kendari Asrun dan anaknya yang baru-baru ini lantik sebagai walikota kendari Sulawesi tenggara yaitu ADP (adriatma dwi putra) (portal sutra.com).
 sehingga menyikapi fenomena tersebut yang semakin memprihatinkan para tokoh-tokoh yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru menjadi lintah darat menjadi  penjahat terselubung yang menipu dan mengambil serta menjerumuskan dalam kesadaran palsu sebagaimana yang di maksud karl marx. Maka untuk itu Perlu adanya fasilitasi untuk memahamkan dengan upaya pencerahan sosialisasi dengan menghadirkan orang yang berpotensi pada politik dengan menunjukan bukti autentik,  dengan membiarkan money politics berarti membiarkan mereka melakukan korupsi dengan mengundang tokoh masyarakat untuk menjelaskan, keberhasilan suatu negeri bergantung pada pemimpinnya,  sejatinya dari zaman ke zaman kebiasaan ini telah mengakar maka kita membutuhkan metode baru untuk menghindari money politics ada sebuah kesengajaan dari sejarah untuk menananm kejahatan-kejahatan yg dilakukan dengan pembiaran semakin berlarut menjadi suatu kesejangaan sebagaimana dalam orientasi teori sosiologi kritik bahwa ada unsur yang sengaja dikacaukan pada masa lalu sehingga berdampak saat ini.   Hal yg dilakukan pada oknum politics yang diterapkan, menanamkan money politics periode waktu  jangka pendek, dengan pemahaman mendasar penghancur demokrasi indonesia esensinya kita bebas bersuara tanpa intervensi kaum elite.  Hal ini adanya paradigma pragmatis dengan strategi meraup masa banyak dengan menggunakan iming-iming materi maka mereka berani mengambil resiko mengeluarkan beberapa puluhan juta untuk kampanye dengan sistem barter tersebut. Masyarakat dengan keadaan yang dibutakan mengabaikan dan yang acu untuk memperhatikan persoalan ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

review perjalanan ke pantai wohkodu MAKRAB KELAS MAGISTER SOSIOLOGI 2019 FISIPOL UGM Lokasi                 :  Pantai Wo...